TAWAU [my hometown]


kenderaan untuk ketawau dari semenanjung adalah 1 Kapal terbang
peta kawasan tawau

 permandangan tawau dari atas



 
suasana airport tawau yg baru


Keindahan flora kawasan Tawau...




snap from the top of TAWAU

Dugaan .. #_#

huaaahh haaa sedih ...







Tatkala tuhan beri sedikit dugaan sungguh cepat aku mengalirkan air mata. sungguh nya perlu ku tempuh tnpa perlu bnyak persoalan. thank to kak zai ada menyelamatkan diriku dari terus tenggelam dalam arus kesedihan thanks kak...

Seperti Inikah Dakwah Kita?

Menjadi daie yang mengajak umat untuk menghamba kepada Allah, sebuah tugas yang sangat utama dan mulia. Tugas yang membuktikan kesejatian ittiba’ (komitmen untuk setia kepada Sunnah) pada diri seorang muslim terhadap Nabi yang dicintainya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Inilah jalanku. Aku mengajak (kamu) kepada Allah di atas bashirah/ilmu. Inilah jalanku dan jalan orang-orang yang mengikutiku. Dan maha suci Allah, aku bukan termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108). Ayat yang mulia ini mengisyaratkan bahwasanya orang yang paling sempurna dalam ittiba’ adalah yang paling sempurna dalam berdakwah (lihat ad-Durar al-Ghaliyah fi Adab ad-Da’wah wa ad-Da’iyah oleh Syaikh Abdul Hamid bin Badis rahimahullah, hal. 18)

Formula Dakwah

Dalam ayat di atas, Allah ta’ala menerangkan kepada kita bahwasanya jalan dakwah Nabi s.a.w dibangun di atas tiga perkara:
  1. Mengajak kepada Allah di atas bashirah/ilmu
  2. Menyucikan Allah ta’ala -dari segenap celaan dan kekurangan-
  3. Berlepas diri dari orang-orang musyrik (lihat ad-Durar al-Ghaliyah, hal. 8 )
Mengajak Kepada Allah

Hendaknya seorang da’i mengingati, bahwasanya dakwah yang dilakukannya adalah untuk mengajak manusia kepada Allah, yaitu: mengajak manusia kepada agama-Nya, agar mereka mentauhidkan-Nya, dan mengajak mereka untuk masuk ke dalam surga-Nya. Sehingga seorang da’i harus ikhlas dalam berdakwah. Berdakwah kepada hukum-hukum Allah juga termasuk dalam dakwah kepada Allah, karena hal itu merupakan ajakan terhadap apa yang diperintahkan dan untuk menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya. Artinya, semestinya dakwah yang diserukannya bukanlah dalam rangka meraih target kekuasaan, ambisi tertentu, harta, ataupun urusan-urusan dunia lainnya. Akan tetapi dakwahnya bertujuan mengajak manusia mentauhidkan Allah dan mengikuti syari’at-Nya
Dari sini kita mengetahui bahwa yang dimaksud mengajak kepada Allah ialah:
  1. Mengajak kepada agama-Nya, yaitu Islam
  2. Mengajak kepada tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam beribadah
  3. Mengajak untuk menempuh jalan menuju surga-Nya, yaitu jalan yang lurus
  4. Mengajak untuk menerapkan hukum-hukum Allah, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya
Mengajak Kepada Agama-Nya

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dialah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama…” (QS. al-Fath: 28). Allah ta’ala“Sesungguhnya agama -yang benar- di sisi Allah adalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima darinya dan di akherat nanti dia pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imran: 85). berfirman (yang artinya),
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman bersabda, “Sesungguhnya kamu akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahli kitab, hendaknya kamu ajak mereka untuk bersyahadat tiada sesembahan -yang benar- selain Allah dan bahwasanya aku adalah utusan Allah…” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Mengajak Kepada Tauhid

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia berkata; Wahai kaumku, sembahlah Allah tiada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS. al-A’raaf: 59). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan kepada kaum ‘Aad, Kami utus saudara mereka yaitu Hud. Dia berkata; Wahai kaumku, sembahlah Allah tiada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS. al-A’raaf: 65). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan kepada kaum Tsamud, Kami utus saudara mereka yaitu Shalih. Dia berkata; Wahai kaumku, sembahlah Allah tiada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS. al-A’raaf: 73). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan kepada kaum Madyan, Kami utus saudara mereka yaitu Syu’aib. Dia berkata; Wahai kaumku, sembahlah Allah tiada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS. al-A’raaf: 85). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak; sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36). Ayat-ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa dakwah seluruh rasul adalah dakwah tauhid. Demikian juga semestinya yang dilakukan oleh para ulama dan da’i yang melanjutkan perjuangan mereka…

Mengungkap Kesalahpahaman Tentang Tauhid

Banyak yang mengira bahwa tauhid adalah sekedar keyakinan bahwa Allah itu satu, tidak berbilang. Tauhid itu maknanya Allah satu-satunya pencipta, penguasa dan pemelihara alam semesta. Itulah yang biasa dikenal di dalam istilah para ulama sebagai tauhid rububiyah, yaitu mengakui keesaan Allah dalam perkara mencipta, mengatur dan semacamnya. Padahal, tauhid yang menjadi inti dakwah para nabi dan rasul bukan itu. Tauhid yang menjadi tujuan utama dakwah ialah tauhid uluhiyah; yaitu menujukan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah dan meninggalkan segala sesembahan selain-Nya. Hal itu sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam ayat (yang artinya), “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan apapun.”QS. an-Nisaa’: 36). (
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bukanlah yang dimaksud dengan tauhid itu sekedar tauhid rububiyah yaitu keyakinan bahwa Allah semata yang menciptakan alam sebagaimana yang disangka oleh sebagian orang dari kalangan ahli kalam dan tasawuf. Bahkan, mereka menyangka apabila mereka telah bisa menetapkan kebenaran hal ini dengan bukti dalil maka mereka merasa telah mengukuhkan hakekat tauhid. Mereka beranggapan apabila mereka telah menyaksikan dan mencapai tingkatan ini maka itu artinya mereka telah berhasil menggapai puncak ajaran tauhid. Padahal sesungguhnya apabila ada seseorang yang mengakui sifat-sifat yang menjadi keagungan Allah ta’ala dan menyucikan-Nya dari segala sesuatu yang mencemari kedudukan-Nya dan juga meyakini bahwasanya Allah satu-satunya pencipta segala sesuatu, tidaklah dia menjadi seorang muwahid sampai dia mengucapkan syahadat la ilaha illallah; tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, sehingga dia mengakui bahwa Allah semata yang berhak untuk diibadahi dan dia menjalankan ibadah kepada Allah serta tidak mempersekutukan-Nya.” (Dikutip dari Fath al-Majid, hal. 15-16)

Kesalahpahaman ini muncul dari kalangan Mutakallimin/filsafat, Asya’irah dan Mu’tazilah yang mengartikan kata ilah dalam syahadat la ilaha illallah dengan makna al-Qadir; artinya yang berkuasa. Sehingga mereka menafsirkan la ilaha illallah dengan tiada yang berkuasa untuk mencipta kecuali Allah. Oleh sebab itu di dalam kitab pegangan mereka semisal Ummul Barahin, dijelaskan bahwa makna ilah adalah Dzat yang tidak membutuhkan selain diri-Nya sedangkan segala sesuatu selain-Nya membutuhkan-Nya. Ini artinya mereka telah menyimpangkan makna tauhid uluhiyah kepada tauhid rububiyah. Hal ini pula yang menimbulkan munculnya pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘tiada tuhan selain Allah’, karena istilah tuhan di sini dimaknakan dengan Rabb/pencipta, pengatur dan pemelihara alama semesta. Padahal, yang benar maknanya adalah tiada sesembahan yang benar selain Allah.

Menjelaskan Hakekat Ibadah 

Dakwah tauhid tidak tegak tanpa pemahaman yang benar mengenai hakekat ibadah. Oleh sebab itu menjelaskan kepada umat mengenai keluasan cakupan ibadah dan pilar-pilarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dakwah tauhid itu sendiri. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Rabb kalian berkata: Berdoalah kepada-Ku, pasti akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Ibadah merupakan sebuah istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, berupa ucapan dan perbuatan, yang batin maupun lahir. Ini artinya sholat, zakat, puasa, haji, jujur dalam berbicara, menunaikan amanat, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, menepati janji, memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang mungkar, berjihad memerangi orang kafir dan munafik, berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil, maupun budak dari kalangan manusia atau binatang piaraan, doa, dzikir, membaca al-Qur’ab, dan lain sebagainya itu semua adalah ibadah. Demikian juga kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya, rasa takut kepada Allah, inabah kepada-Nya, mengikhlaskan agama untuk-Nya, bersabar menghadapi ketetapan-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, ridha dengan takdir-Nya, bertawakal kepada-Nya, mengharapkan rahmat-Nya, takut kepada azab-Nya, dan semisal itu pun termasuk ibadah kepada Allah.” (al-’Ubudiyah, hal. 6)

Ibadah pada asalnya mengandung makna perendahan diri, akan tetapi ibadah yang diperintahkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah suatu bentuk perendahan diri yang paling tinggi kepada Allah dengan disertai puncak rasa cinta kepada-Nya. Seorang yang menundukkan dirinya kepada orang lain namun menyimpan rasa benci kepadanya tidaklah dianggap beribadah kepadanya. Demikian juga orang yang mencintai seseorang namun tidak menundukkan diri kepadanya pun tidak dikatakan beribadah kepadanya. Oleh sebab itu kedua pilar ibadah tersebut -yaitu perendahan diri dan puncak kecintaan- itu harus selalu ada dalam menjalani ibadah kepada Allah. Bahkan Allah harus lebih dicintainya daripada segala sesuatu dan menjadi sosok yang paling agung daripada segala-galanya. Bahkan, tidaklah berhak untuk mendapatkan rasa cinta dan ketundukan yang sempurna kecuali Allah semata. Segala sesuatu yang dicintai bukan karena Allah maka kecintaannya adalah kecintaan yang rusak/tidak sah. Begitu pula tidaklah sesuatu selain Allah diagung-agungkan tanpa perintah dari-Nya melainkan pengagungan itu adalah sebuah kebatilan (lihat al-’Ubudiyah, hal. 12)

Ibadah dibahagi dengan tiga buah pilar amalan hati, yaitu:
  1. Rasa cinta
  2. Rasa takut
  3. Rasa harap
Ketiga hal di atas harus terkumpul dalam diri seorang muslim, tidak boleh dipisah-pisahkan antara satu dengan yang lainnya. Barangsiapa yang bersandar hanya kepada salah satunya dan menyingkirkan yang lainnya maka dia tidak beribadah kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Beribadah kepada Allah hanya dengan cinta adalah jalan kaum Sufi. Beribadah kepada Allah hanya dengan harapan adalah jalan kaum Murji’ah. Beribadah kepada Allah hanya dengan rasa takut adalah jalan kaum Khawarij (lihat al-Irsyad ila Shahih al-I’tiqad, hal. 35)
Ibadah terdiri dari tiga jenis amalan:
  1. Amalan hati
  2. Amalan lisan
  3. Amalan anggota badan (lihat Fath al-Majid, hal. 17)
Menjelaskan Hakekat Syirik dan Bahayanya

Mendakwahkan islam dan tauhid tidak akan terwujud kecuali dengan menjelaskan hakekat syirik dengan sejelas-jelasnya, sehingga dengan itu seorang muslim akan selamat dari bahayanya. Oleh sebab itu kita dapati banyak dalil dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah yang menjelaskannya. Di antaranya adalah syirik dalam hal doa. Yaitu tatkala seorang hamba menujukan doanya kepada Allah dan juga kepada selain-Nya. Dia gantungkan harapan dan rasa takutnya kepada selain Allah di samping harapan dan takut kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman mengenai ulah orang-orang musyrik (yang artinya), “Kemudian apabila mereka naik di atas perahu (kemudian diterjang badai lautan) maka mereka pun berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya, namun ketika Allah selamatkan mereka ke daratan tiba-tiba mereka pun kembali melakukan kesyirikan.” (QS. al-Ankabut: 65)
Syirik adalah menyamakan antara selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan bagi Allah. Syirik ini terbagi menjadi dua:
  1. Syirik akbar; yaitu segala sesuatu yang disebut sebagai kesyirikan oleh pembuat syari’at dan padanya terkandung tindakan keluar dari agama
  2. Syirik asghar; yaitu segala perbuatan atau ucapan yang disebut sebagai syirik atau kekafiran namun berdasarkan dalil-dalil yang lain diketahui bahwa ternyata hal itu tidak mengeluarkan dari agama (lihat at-Tauhid al-Muyassar, hal. 20)
Bahaya syirik banyak sekali, diantaranya adalah:
  1. Pelakunya tidak akan diampuni apabila mati dalam keadaan belum bertaubat darinya (lihat an-Nisaa’: 48)
  2. Pelakunya keluar dari Islam, menjadi halal darah dan hartanya (lihat at-Taubah: 5)
  3. Amalan apa saja yang dilakukan tidak akan diterima oleh Allah, ia hanya akan menjadi sia-sia bagaikan debu yang beterbangan (lihat al-Furqan: 23)
  4. Pelakunya haram masuk surga (lihat al-Ma’idah: 72) (lihat at-Tauhid al-Muyassar, hal. 26)
Mengajak Kepada Jalan Yang Lurus

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat.”QS. al-Fatihah: 7). Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa hakekat jalan yang lurus itu akan diperoleh dengan cara mengenali kebenaran dan mengamalkannya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39). Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Dengan ucapan anda ‘Ihdinash shirathal mustaqim’ itu artinya anda telah meminta kepada Allah ta’ala ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.”Tafsir Juz ‘Amma, hal. 12). 

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Maka orang yang diberi nikmat atas mereka yaitu orang yang berilmu sekaligus beramal. Adapun orang-orang yang dimurkai yaitu orang-orang yang berilmu namun tidak beramal. Sedangkan orang-orang yang tersesat ialah orang-orang yang beramal tanpa landasan ilmu.” (Tsamrat al-’Ilmi al-’Amalu, hal. 14). Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa penyebab orang terjerumus dalam kesesatan ialah rusaknya ilmu dan keyakinan. Sedangkan penyebab orang terjerumus dalam kemurkaan ialah rusaknya niat dan amalan (lihat al-Fawa’id, hal. 21)

Allah ta’ala berfirman memberitakan ucapan Nabi ‘Isa ‘alaihis salam (yang artinya), “Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan taatilah aku. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Ali Imran: 50-51, lihat juga QS. Az-Zukhruf: 63-64). Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Inilah, yaitu penyembahan kepada Allah, ketakwaan kepada-Nya, serta ketaatan kepada rasul-Nya merupakan ‘jalan lurus’ yang mengantarkan kepada Allah dan menuju surga-Nya, adapun yang selain jalan itu maka itu adalah jalan-jalan yang menjerumuskan ke neraka.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 132). Ibnul Qayyim rahimahullah“…Sesungguhnya kebenaran itu hanya satu, yaitu jalan Allah yang lurus, tiada jalan yang mengantarkan kepada-Nya selain jalan itu. Yaitu beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan apapun, dengan cara menjalankan syari’at yang ditetapkan-Nya melalui lisan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan dengan [landasan] hawa nafsu maupun bid’ah-bid’ah…” (at-Tafsir al-Qayyim, hal. 116-117) 

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bukankah Aku telah berpesan kepada kalian, wahai keturunan Adam; Janganlah kalian menyembah syaitan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian. Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Yasin: 60-61). Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa yang dimaksud ‘mentaati syaitan’ itu mencakup segala bentuk kekafiran dan kemaksiatan. Adapun jalan yang lurus itu adalah beribadah kepada Allah, taat kepada-Nya, dan mendurhakai syaitan (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 698)

Mengajak Kepada Hukum Allah

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidak pantas bagi seorang yang beriman, lelaki ataupun perempuan, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu urusan kemudian ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka itu. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya sungguh di telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. al-Ahzab: 36). Allah ta’ala“Demi Rabbmu, sesungguhnya mereka tidaklah beriman sampai mereka mau menjadian kamu (Muhammad) sebagai hakim atas segala yang diperselisihkan di antara mereka, kemudian mereka tidak mendapati rasa sempit dalam hati mereka atas apa yang kamu putuskan, dan mereka pasrah dengan sepenuhnya.” (QS. an-Nisaa’: 65). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu perkara, kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan rasul (as-Sunnah) jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu lebih baik dan lebih bagus akibatnya.” (QS. an-Nisaa’: 59). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang menaati rasul sesungguhnya dia telah menaati Allah.” (QS. an-Nisaa’: 80). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari. Dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah, bagi orang-orang yang yakin.” (QS. al-Ma’idah: 50). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan putuskanlah hukum di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu mereka.” (al-Ma’idah: 49) berfirman (yang artinya), 

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kalian merusak bumi setelah perbaikannya.”QS. al-A’raaf: 56). Abu Bakr bin ‘Iyasy rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada segenap penduduk bumi sementara ketika itu mereka berada dalam kerusakan, maka Allah memperbaiki mereka dengan diutusnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang mengajak untuk menyelisihi/menentang ajaran yang dibawa oleh Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, itu artinya dia termasuk golongan orang-orang yang melakukan perusakan di atas muka bumi.” (Fath al-Majid, hal. 383). Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “…Berhukum kepada selain Allah dan rasul-Nya termasuk sebab paling besar yang menimbulkan kerusakan di atas muka bumi sehingga memunculkan berbagai kemaksiatan, maka tiada kebaikan baginya kecuali dengan berhukum dengan Kitab Allah dan Sunnah rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, itulah jalannya orang-orang yang beriman.”Fath al-Majid, hal. 383) 

Berdakwah Dengan Ilmu

Dakwah bukan perkara sembarangan. Ia membutuhkan perbekalan dan pemahaman. Seorang yang berdakwah berarti mengajak orang untuk beragama dengan pemahaman yang disebarkannya. Apabila pemahamannya keliru, maka menimbulkan pemahaman orang yang didakwahinya pun menjadi keliru. Sehingga yang seharusnya dia bisa bergembira dengan limpahan pahala berlipatganda karena dakwahnya, namun karena kebodohan justru sebaliknya yang dia peroleh, dosa bertumpuk-tumpuk yang dia dapatkan, wal ‘iyadzu billah.

Salah satu sebab yang banyak mengacaukan dakwah ini adalah ketidakadaan ilmu. Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “.. karena sesungguhnya perkara yang paling banyak merusak dakwah adalah ketiadaan ikhlas atau ketiadaan ilmu. Dan yang dimaksud ‘di atas bashirah’ itu bukan ilmu syari’at saja. Akan tetapi ia juga mencakup ilmu mengenai syari’at, ilmu tentang keadaan orang yang didakwahi, dan ilmu tentang cara untuk mencapai tujuan dakwahnya; itulah yang dikenal dengan istilah hikmah…” (al-Qaul al-Mufid ‘ala Kitab at-Tauhid [1/82]). Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Adapun orang yang berdakwah tanpa bashirah/ilmu, maka apa yang dia rusak lebih banyak daripada apa yang dia perbaiki.” (Syarh al-Manzhumah al-Mimiyah, hal. 111)
Dari Mu’awiyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan dari Allah, niscaya akan dipahamkan dalam agama.” (HR. Bukhari dan Muslim). Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Imam hafizhahullah berkata, “Sesungguhnya di antara buah yang bisa dipetik dari bertafaqquh/mendalami agama Allah adalah berjalan di atas jalan keselamatan dari fitnah/kekacauan…”. Itulah metode yang ditempuh oleh para sahabat sehingga mereka bisa selamat dari api fitnah. Seperti contohnya ketika mereka berselisih mengenai siapakah yang menggantikan Nabi, maka mereka pun merujuk kepada dalil dan pasrah kepadanya sehingga perselisihan pun usai. Sehingga diangkatlah Abu Bakar sebagai khalifah karena beliau adalah dari Quraisy, sebagaimana yang dipesankan oleh Nabi agar pemimpin umat ini dari kalangan mereka. Kemudian Syaikh Muhammad al-Imam berkata, “Lihatlah bagaimana perselisihan itu bisa dibendung dengan sebab tafaqquh dalam agama serta pasrah kepada dalil, dan lihatlah betapa banyak perselisihan yang timbul di kalangan para sahabat akhirnya lenyap dan berakhir apabila telah datang dalil dan keterangan syari’at. Maka tafaqquh dalam agama merupakan asas semua kebaikan, akan tetapi itu berlaku apabila ia diasuh oleh seorang guru yang benar akidahnya dan selamat manhajnya serta baik niatnya…” (at-Tanbih al-Hasan fi Mauqif al-Muslim min al-Fitan)

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dengan serta-merta mencabutnya dari hamba-hamba-Nya. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama, sampai apabila sudah tidak disisakan lagi seorang yang berilmu, maka orang-orang pun mengangkat para pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Mereka ditanya lalu berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.”HR. Bukhari). 

Menyucikan Allah Dari Segala Celaan

Celaan atau penodaan terhadap keagungan Allah dan agama-Nya timbul karena dakwah yang disampaikan tidak berlandaskan bashirah/ilmu. Oleh sebab itu, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan makna ayat ‘Maha suci Allah’, maksudnya di sini adalah, “Maha suci Allah dari dakwah yang aku lakukan yang tidak berlandaskan bashirah!” (al-Qaul al-Mufid [1/83]). Akibat dari berbicara tentang Allah dan agama-Nya tanpa ilmu, maka terjadilah berbagai bentuk penodaan dan pelecehan terhadap keagungan Allah dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 406). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Sesungguhnya Rabbku hanya mengharamkan perkara-perkara keji yang tampak ataupun yang tersembunyi, perbuatan dosa, melampaui batas tanpa hak, kamu mempersekutukan Allah yang sama sekali tidak ada dalil yang diturunkan untuk membenarkannya, dan kamu berbicara mengatasnamakan Allah apa-apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. al-A’raaf: 33)

Berlepas Diri Dari Penganut Kesyirikan

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan ingatlah, tatkala Ibrahim berkata kepada ayah dan kaumnya; Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah kecuali Yang Menciptakanku.” (QS. az-Zukhruf: 26). Seorang yang hendak merealisasikan tauhid di dalam dirinya maka dia harus berlepas diri dari peribadatan kepada selain Allah (lihat al-Qaul as-Sadid fi Maqashid at-Tauhid, hal. 32). Sehingga tidak akan terkumpul pada diri seseorang antara keimanan dengan rasa cinta kepada musuh-musuh Allah. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh telah ada teladan yang baik pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, yaitu ketika mereka berkata kepada kaumnya; Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari segala yang kalian sembah selain Allah. Kami ingkari kalian dan telah nyata antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian untuk selamanya sampai kalian mau beriman kepada Allah saja.” (QS. al-Mumtahanah: 4).

Sambutan Hari Ulang Tahun ke-21


ha ha ha dah tu2 masih lg sambut birthday... hu hu tahun nih masuk lah 21 tahun ... [yes aku boleh mengudi dh untuk plihan raya akan datang ]

thanks to All had wish to me on my happy day 04/04/2011 (monday).

ha kek atas tuh aku nk g gk la nma kek dia kek Tiramisu [aku x2 lah klu yg beli tu tipu aku]

Terima kasih ya kepada yg celebrate aritu ... 


dan bnyak lg lah maaf x larat nk tag bnyak... [lgpn yang ni ja yg aku ingt kwn yg lain sowry]
Apa2 pun makasih atas segalanya

Mata Dan Pemikiran


Mata adalah lambang perjalanan pemikiran sesorang manusia :

1 Jika mata jarang berkedip, menandakan orang itu sangat tajam pemikirannya, dan jika tak berkedip langsung bila ia bercakap, dan dia sangat tajam dalam sesuatu bidang, sebab konsentrasi dia sangat kuat sekali. orang ini sangat berpotensi jadi saintis atau pakar dalam pelbagai bidang.
2 jika renungan matanya tajam macam renungan mata harimau, orang ini sangat bersungguh dalam melakukan sesuatu, dan tajam juga pemikirannya dengan syarat matanya kurang berkedip. dan dia ada dua sifat exstrem sama ada  sangat jahat @ sangat baik .
3 Mata sering berkedip seolah-olah ada habuk masuk mata, orang ini kurang cerdas dari segi pemikirannya dan kurang pandai dan mudah kena tipu.

4 Renungan mata yang lemah, memangdangkan orang ini kurang tajam pemikirannya dan kurang bijak @ dalam kata lain dia hanya berpotensi jadi watak pelakon tambahan @ watak orang kampung dalam filem hindustan

5 Jika seseorang memiliki mata yang kecil, tajam renungannya dan tak berkedip, dan jika ada cahaya, orang ini sangat hebat dan memiliki sifat exstrem samaada bijak dan sangat jahat @ bijak & sangat baik serta sangat berpotensi jadi pakar, mata jenis ini ramai dimiliki oleh orang barat.
6 Jika matanya renunagnnya xtajam tapi renungannya seolah2 nampak sgt jauh, orang ini sebenarnya bijak dan pemikirannya adalah unik dalam berfikir & bijak sekali & jarang pegang watak jahat asalkan ia jangan banyak berkedip. Contoh: Dr. Mahatdir , Dr fadzilah kamsah & kebanyakan orang Jepun.

7 Jika mata besar macam mata lembu, maka orang ini kurang bijak & lagi teruk jika tak tajam renungannya & tak bercahaya matanya
8 Jika mata seseorang sering berkeliaran biji mata hitamnya, jaga2 orang ini kaki belit sedikit & suka tipu & tak bijak bahagian ilmu. sukar dipercayai dan dibuat kawan.

[Tips] Memanjagkan hayat Bateri Hanphone

Tips memperpanjang umur bateri handphone:


1. Hemat penggunaan bateri handfon dengan mematikan fitur-fitur yang jarang di gunakan.


Anda ingat bahwa bateri handfon anda ada umur berdasarkan kitar hayat pengecasannya? Semakin boros anda menggunakan kapasiti bateri anda, maka semakin sering anda perlu mengecas ulang bateri berkenaan, itu artinya umur bateri handfon anda bakal cepat habis. Untuk menghindari hal tersebut, anda perlu berhemat dengan mematikan fitur – fitur yang tidak atau jarang anda gunakan.

Ada beberapa fitur yang boros tenaga yang biasanya kita temukan di handfon-handfon canggih/smartphone, yang terkadang kita sendiri tidak begitu sadar kewujudannya, namun tetap aktif meskipun kita tidak ingin menggunakannya seperti Bluetooth, Wi fi, 3G, screen saver dan lain-lain. Matikan fitur tersebut jika ia tidak digunakan.

2. Jangan biasakan menelefon sambil mengecas handfon anda.

Ini juga termasuk kebiasaan buruk beberapa pengguna handfon. Selain tidak baik untuk kesihatan (kerana saat pengecasan tingkat radiasi dan panasnya menjadi bertambah) menelefon sambil mengecas handfon juga akan tetap menyedut sumber daya, sehingga secara tak disedari, itu akan memanjangkan proses pengisian ulang, yang ertinya kinerja bateri bakal lebih berat.

3. Biasakan untuk mematikan handfon atau setidaknya mematikan fitur getar -vibrate-(saat anda sedang mengecas)

Mematikan hanfon saat proses mengecas adalah tindakan bijaksana, tujuannya adalah supaya proses pengecasan berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan, sehingga prosesnya pun bisa berjalan dengan lebih cepat dan tidak membebani bateri yang sedang dicas.

Namun bila ingin tetap memasang handfon, usahakan untuk mematikan fitur getar handfon. Fitur getar adalah salah satu fitur yang memboroskan bateri handfon.

4. Jangan sering – sering terlebih-cas bateri.

Ini juga salah satu kebiasaan buruk lainnya yang sering dipraktikkan. Terkadang kita malas atau lupa untuk segera menghentikan proses mengecas, meskipun sebenarnya bateri handfon kita sudah penuh. Yang paling parah, kita biasanya suka melakukan proses mengecas waktu hendak tidur. Proses mengecas normal untuk bateri modern biasanya sekitar 2-4 jam, bila kita membiarkannya semalaman dalam kondisi cas (anggap kita tidur sekitar 6 jam), maka bateri akan mengalami "overcharge" selama 2 – 3 jam, dan itu bukanlah hal yang baik. "Overcharging" bateri adalah salah satu pembunuh tersembunyi yang dapat mempercepat kematian umur bateri.

5. Jangan menelefon dalam keadaan bergerak

Menerima atau membuat panggilan dalam kenderaan memerlukan tenaga yang tinggi. Ini kerana hanfon berusaha untuk mencari signal dari BTS yang terdekat. Aktiviti inilah yang memakan tenaga bateri yang banyak. Apalagi jika anda menggunakan sambungan internet dalam keadaan bergerak

6. jangan letak anda di tempat yang suhunya melampau.


Suhu udara yang ekstrim adalah musuh utama setiap komponen gadget/peralatan elektronik. Baik panas atau dingin yang berlebihan boleh merosak komponen tersebut, termasuk juga bateri handfon. Tertinggal di dalam kereta di cuaca panas terik, alamatnya and aperlu mencari bateri baru.

7. Gunakan pengecas yang tulen.


Logiknya sederhana, pengecas yang tulen sudah direka dengan tegangan arus yang sesuai untuk mengecas bateri handfon tersebut. Sering pinjam charger atau menggunakan charger yang tidak sesuai bisa mempengaruhi asupan daya ke battery dan dalam jangka panjang boleh merosakkannya.

8. Jangan sering – sering menjatuhkan handfon anda.

Mungkin hanya orang yang kurang waras atau duitnya banyak yang suka menjatuhkan HP sendiri dengan sengaja. Lain soal jika jatuhnya secara tidak sengaja, tapi ini kejadian yang paling sering kita alami. Selain dari mempengaruhi komponen yang lain, ketika jatuh bateri boleh saja mengalami litar pintas, dan bila keadaannya parah, bateri boleh saja langsung mati total.

9. Usahakan jangan terlalu sering menggunakan charger kereta untuk mengisi ulang bateri.


Seperti yang diterangkan sebelumnya, arus daya yang tidak stabil dalam proses charge boleh merosakkan bateri dalam jangka panjang. Arus daya yang dihasilkan oleh kereta melalui lubang "cigarete lighter" sangatlah tidak stabil, terutama ketika kenderaan sedang berjalan.

10. Bersih itu pangkal sihat.

Ternyata bukan cuma tubuh saja yang harus dijaga kebersihannya, menjaga kebersihan handfon, terutama di daerah konektor (logam penghubung) bateri dengan handfon, perlu rajin dibersihkan.

Letter Untuk Menantu ku ....





Hari ini ku coba u menempatkn diriku di posisi seorang mertua.. Menyelami rasa yg d miliki seorang ibu dr putra yg sgt di cintainya..
Yuuk.. Kita menyimak hatinya..

----------***----------

Duhai gadis, yg baru ku kenal.
Tahukah kau, dia putraku, lahir dr rahim suciku, kupertaruhkan hidupku u memilikinya, anak kesayanganku yg sepanjang hidupx ku besarkan dgn segenap rasa cintaku..
Tangan renta ini yg mengankat tubuh mungilnya, menyuapinya, menyeka air matax, dan memelukx dlm dekapanku..

Duhai gadis, tahukah kau betapa besar rasa cintaku padanya? Bahkan aku tak mampu membayangkan bila ada yg merebutnya dr dekapku..

Tahukah kau gadis? Betapa bangga ku rasakan ketika dia mulai beranjak dewasa? Menatapx tumbuh mjadi laki2 tegap dan tampan.. Seulas senyumx mengingatxku pd senyuman ayahx yg sgt ku cinta..

Betapa hati ini terus diliputi rasa bangga dan buncahan cinta padanya.. Kebangganku.. Putraku..

Berbagai prestasi dia ukir dan memahatx bangga tak terperi dalam lubang rasaku.. Dan ku slalu mrasa puas menyebutnya putraku..
Tak sdktpun dia prnh mengecewakanku.. Tak pernah..

Gadis, tahukah kau, betapa haru hatiku, ketika ku melihat perubahanx, mencoba mengenal Diennya lebih dalam dr yg kami ajarkan padanya.. Dia menjadi laki2 sejati, laki2 yg dirindukan syurga.. Aku smakin sayang padanya. Putraku, kini yg malah mengajarkanku bnyk hal.. Mendakatxku padaNya, pada Rabbku yg slama ini ku kenal dg sederhana krn kebodohanku. Tp ku tak malu, mamun sebaliknya, aku smakin bangga pdnya.. Putraku, cahayaku..

Namun, smua rasa itu berubah mjadi takut, cemas dan khawatir..
Ketika dia mnyampaikan pdku keinginannya. Dia ingin menyempurnakan agamanya..
Yah.. Dia ingin membngun rumah tangganya sendiri..
Dan, dia telah memilih, kaulah gadis beruntung itu..

Gadis, tahukah kau? Betapa cemburuku padamu? Yah, aku sgt takut kehilangan putra kesayanganku. Takut kau merebut smua perhatiannya dariku. Takut kbradaanmu, memalingkanx dariku.. Kau akan merebutx, dan aku cemburu..

Namun, kmbli ku sadari, putraku tak akan memilih wanita sembarang.. Ku yakin kau punya kelebihan yg membuatx memilihmu, dan ku mulai menata hatiku..

Duhai gadis pilihan putraku..
Ku harap kau memiliki tangan yg lbh lembut dariku, krn ku tak mau kau melukai putraku..
Ku harap kau mpunyai senyum yg lebih sejuk dariku.. Krena kelak, dia akan dtg padamu dalam tiap galaunya, u mencari ketenangan..
Ku harap, kau memiliki pelukan yg lbh hangat dariku.. Krn ku ingin hatinya selalu damai dlm dekapanmu..
Ku harap, kau mempunyai tutur kata yg seindah embun, krn ku tak ingin dia mendengar kata2 kasar dlm hidupnya..

Duhai gadis pilihan putraku.. Jadilah anakku.. Agar tak pernah ku mrasa kehilangan putraku krn kehadiranmu..
Jadilah sahabatku.. Agar kau dpt mencurahx rasamu padakku kelak..
Jadilah rekanku.. Agar bersama2 qt membahagiakan laki2 yg sama2 qt cintai..

Untukmu gadis pilihan putraku.. Selamat datang d istana kami.. Penuhilah dgn cinta dan kasih.. Semoga kau bahagia mjadi bagian dari kami..

Padamu gadis pilihan putraku.. Akupun akan mencintaimu..

---***---


[kredit to]
aztriana. Selasa 130410.. Makassar.. 17.39
^_^

Kisah Hidup O_o = Jam Biologi =



Scene libray
ok jam dah menunjukkan pukul 10 mlam [time to sleep]


Kawan : "weih awal lagi lah enjoy dulu"

[nih dah ada nk kena soud nih ... sambil mnahan utk tdk bnyak menguap akibat kemengantukan ...]

Aku : dh x tahan dah .. time untuk tdoq nti aku pening kalu xtdoq klu nk borak ok jmpa blik pukul 2 @ 3 pg. Ok?

kawan : tu time aku tdoq la beb ...

Aku : not know to say what [entah betul ke ayat bi aku? macam mna nk betul otak duk loading bantal jer ..]

Macam nih aku ... not know to say what. tdor awal lpas tu jd burung hantu.
Ramai yang bertanya kenapa aku jd begini?

Jawapannya hanya 1 JAM BIOLOGI YA!!!

jom ikuti penerangan aku di bawah:

ok sebagai anak Sabah sudah tentu jam biologinya berbeza dengan anak semenjung.'

ia ketara dpt kita lihat pabila sewaktu bulan puasa di mana Sabah n Sarawak berbeza 1jam awal dalam setiap perkara iaitu di dalam sahur [mkn malam] & buka puasa ... x caya ... cuba check kelender tgok sendiri

buat pengetahuan kawan2 ku semnanjung ... disana [Sabah] pukul 10 boleh dkatakn lewat sangat bg siapa yg belum tdor umpama pukul 12 d semenanjung.  Jd jgn marah ya klu sya mtk izin nk tdoq dlu ...

da lg 1 satu soalan dr kawan aku ... "tp bkan kah ang dh duduk semenanjung lama? sepatutnya ia berubah. tp yg aku nmpak berubah cara cakap ang jer lah"

Jawapan : ok sebenarnya d sekolah menegah [MAKTAB MAHMUD ALOR STAR] jam biologi aku pun tetap sma tm study aku akan cba sedaya upaya u tdoq. ingat lg smpai tulis surat kt warden pasal kes ni tp diignorkan coz xdpt jmpa parent aku yg kebetulan mereka sedang berkursus. Selepas 1 tahun aku mencari asrama luar.. Alhamdulialh still have to follow the role but not to straight sgat. Sehingga lah bulan 6 tahun 2008 [aku menamatkan sekolah menengah]

Aku menyambung pelajran dlm diploma IT. sewaktu nih aku try jgk nk ubah tp x blh !!! tambahan time final ... boleh bilang berapa kali aku masuk klinik mntak ubat sakit kepala. paksa jgak dh coz owrng dk teran lastly sakit badan sendiri yg duk teran tu wat x2 jer [geram!!!] sehinggalah sekarang tetap x boleh ubah.

yg bestnya pasal jambiologi aku nih klu dh terlebih time dia aku xkan mengantuk smpai buat p lah tdor atas baldu ker apa2 pun konform x dpt tdoq punya. time tdoq plak pukul 10pg ... pelik  x? nak wat mcm na kan dh takdir tuhan

So lepas nih jgn duk larang aku ya [itu pn klu ang nk susah tlong wak aku g klinik] klu aku kta ngantok!!! ok SELAMAT PAGI [ayam dh mula berkokok tgu solat Subuh]

CURANG - FEELHONEY



Ku akui pencinta sejati
ku berjanji yang kau selalu ku syangi
namun kasih [ TUHAN ] selalu ku bohongi
betapa malunya aku menghadapMu...

mencarimu hanya bila ku rindu
mula bersujud hanya bila ku perlu
namun bila kau beriku cinta
panggilanmu tak pernah aku dengar

angkuhnya ku pada kejadianku              [2x]
merasakan dunia lama milikku
kan kelukah lidah bersyahadah cinta?
bila nafas.. di hujung nyawa

curangnya aku di setiap nafasku           [2x]
melupakan aku hanya milikmu
jauhkah syurga dari pandangan?
kifarah dosa kini [ SAKIT ] ku rasakan

o.....

TUHAN... berikan AKU peluang
CURANg yang lalu takkan berulang

Kisah Hidup O_o = Memory of Praktikal =

bak kata owrang jauh perjalanan luas pengalaman bg aku Sungai petani [sp] balik ke Alor Star [a.s] tu suatu jarak yg dekat melainkan kawan ku yg lain yg tlh berhijrah ke KUALA LUMPUR ....

tp xkesah kat mana2 pn kita kan dpt jgak ilmu jnji jangan malas n selalu askking [remember my lec that call me miss QUESTION but its ok]

banyak ilmu yg aku dpt sepanjag time 2 bulan antaranya :

1) ilmu tentang kewartawanan

Dulu akau rasa kerja jadi wartawan ni senang. Tp sebenarnya susah seseorang wartawan itu perlulah mempunyai sikap terbuka n then sedia menerima arah xkira masa. lepas tu pulak setelah selesai sesuatu acara mereka terpaksa memerah keringat menghasilkan berita berkenanan acara terbabit. ha ada satu lg yg penting seorang wartawan perlu juga menjadi juru photo.... haha x percaya?? PERCAYALAH .... tugas wartawan bukan GAMPANG !!! so SAPA yg BERMINAT nk jadi WARTAWAN asking your self OK ^_^ 

2) ilmu tentang komunikasi

Bagaimana andai setiap pg kamu mendengar suara leteran bos ditempat kerja untuk setiap hari??? aduh kalu aku berdesing sih telinga silap2 perang mulut kali ke berapa pun aku xtahu n the yg pasti konformnya akau akan dibuang kerja. TP dr awal kn aku katakn andai. apa yg aku lalui setakat ini alhamdulilah ..  apa yang aku perhatikan kita ni sebagai owrang MELAYU amat sukar untuk MENGUCAPKAN PERKATAAN "TOLONG". apa susah sangatkah? cubanya kamu bayangkan keadaan sekarang yg kamu sedang serabut dgan kerja bnyak tiba2 dtg bos kamu berkata begini "saya nak kamu cari maklumat tentang projek kontraktor dalam masa lima minit dr sekarang!!!" apa perasaan anda? kan bagu sekiranya si BOS [watak rekaan] berkata macam nih " NAmA SIFULaN ... sya nak mintak tolong kamu carikan maklumat tentang projek kontraktor boleh? saya ada masa lima minit lagi sebelum untuk perbentangan" sapa x sejuk hati mendengarkan ... lagi satu pasal komunikasi nih [maaf ya kpd owrang yg mengaji agama] aku sesekali kesallah ada yg smpai berbulan2 x cakap kononnya jaga batas...iskh mau saja aku ktakan "kalu ngaji bg hbs ya" itulah punya sebab kenapa ramai orang yg tak tahu agama tidak mahu mendekati orang yg beragama nih ... apa konsept DAKWAH sebenarnya ... kalu g2 xpayahlah bercampur dngan orang lain duk jer kat umah g masjid blik umah dh kata nk jga bataskn. Apa yg aku nk bg tahu ialah boleh la kita berbicara sesama ajnabi TAPI!!! kena mematuhi syaratnya ... [xlarat nk tp nti tkut jd khutbah jumaat plak] baik mintak tlong en.GOOGLE yg sentiasa kan membantu anda walau dimana anda berada...

3) ilmu tentang kerja

aku masih ingat yg lec aku merungut x boleh cuti sebab dia masih orang baru di kolej aku soo.... terpaksalah dia beraya kat utara ... cuti raya 3 hari jer nak balik selatan fuH penat kot ... so menitislah dia meratapi mengigati meraungi sambil melihat potrat keluarganaya [scene tambahan nk bg sedap cerita =) ] Alahai rasa malas plak nk keraj bila ingat citer lec aku tuh tu masih lg in semenanjung apamcm m\klu d sabah n sarawak .. @di Over SeA?? SamPAIKAN Salam raya MELAlui FB la gamaknya aku .. Mintak2lah dpt kerja ngan family nnti. IN CAMING CALL .... TOOT..... [call me tone song maher zain Insyallah] "i nead you came here do some job to day" worker "but bos this holiday .. can wait until sunday?" "NO!!! come now" the call ending .... wah mampus jgak klu macam ni sussananya.. kna da hal ka mcm mna ya? kERJA HARI2 KERJA HAri CUTI pun KERJA
>.< [<>_<>] [^_^] [ +_+] (@_@) (#_#) (!_!) ($_$) (*_*) (O_o)
mode semasa praktikal he he itu sja yg aku boleh share ... klu nk rasa mcm mana aku rasa jd la bdk prktikal nti kamu rasa mcm mna akau rasa .. OK SELAMAT MALAM!!!

Featured Posts


About Me

Foto Saya
Insan Biasa
seorang insan yg dilahirkan didunia ini untuk menanam tanaman bagi menjadikn bekalan di akhirat kelak. Namun terkadang diri ini tersasar dari jalannya. Blog ini saya coretkan seperti diariku tentang apa yg saya rasa, dengar, lihat, sentuh mengenai kehidupan di dunia ini... selamat & terima kasih kerna sudi berkunjung ke blog saya...
Lihat profil lengkap saya

iLuvislam.com + discover the beauty of islam

Link Sahabat & Sahibah


Widget by: Facebook Develop by: JeritanBlog

Anda Pengunjung ke ...

Web Site Hit Counters

Followers

Popular Posts